Sejarah Kota Cimahi

Kota yang terletak di Jawa Barat ini mendapat julukan Kota Tentara, hal ini karena di Kota ini banyak sekali pusat pendidikan untuk tentara. Kota ini juga memiliki cerita sejarah hingga akhirnya menjadi kota seperti saat ini.

gedung-pemerintahan-kota-cimahi-2014Cimahi menurut sejarahnya berasal dari bahasa Sunda yang memiliki arti “air yang cukup”.
Kota ini mulai terkenal saat masuknya penjajah Belanda ke Indonesia. Ya Belanda memang selalu ada dalam sejarah kota di Indonesia. Termasuk Sejarah Berdirinya Kota Cimahi juga turut ada campur tangan pemerintahan Belanda.

Tahun 1811 merupakan awal dari dikenalnya kota ini. Saat itu gubernur Belanda Jenderal Herman Willem Daendels membuat jalan Anyer-Panarukan. Nah di Kota Cimahi lah yang menjadi pos penjagaannya. Lalu kota ini semakin terkenal saat dilaksanakan pembuatan jalan kereta api Bandung-Cianjur sekaligus pembuatan Stasiun Cimahi pada tahun 1874–1893.

Lalu pada tahun 1886, dibangun pusat pendidikan militer beserta fasilitas lainnya seperti Rumah Sakit Dustira dan rumah tahanan militer. Dari sinilah kemudian muncul pendidikan militer lainnya yang membuat kota ini dijuluki kota tentara.

Cimahi mulai dikenal ketika pada tahun 1811, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels membuat jalan Anyer-Panarukan, dengan dibuatnya pos penjagaan di alun-alun Cimahi sekarang. Tahun 1874–1893, dilaksanakan pembuatan jalan kereta api Bandung-Cianjur sekaligus pembuatan Stasiun Cimahi. Tahun 1886 dibangun pusat pendidikan militer beserta fasilitas lainnya seperti Rumah Sakit Dustira dan rumah tahanan militer. Pada tahun 1935, Cimahi ditetapkan sebagai kecamatan.

Kota ini ditetapkan sebagai kecamatan pada tahun 1935. Setelah kemerdekaan Cimahi lalu menjadi bagian dari Kabupaten Bandung Utara. Lalu pada tahun 1962, dibentuk Kawedanaan Cimahi yang meliputi Kecamatan Cimahi, Padalarang, Batujajar, dan Cipatat. Berdasarkan PP Nomor 29 Tahun 1975, Cimahi ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif pada tanggal 29 Januari 1976, dan menjadi kota administratif pertama di Jawa Barat. Mulai 21 Juni 2001 status Cimahi menjadi kota.

Saat ini terdapat tiga kecamatan yang ada di Cimahi. Ketiganya dibagi lagi atas 15 kelurahan. Kini Cimahi menjadi salah satu kawasan pertumbuhan Kota Bandung di sebelah barat. Jumlah penduduknya saat ini adalah sekitar 483.000 jiwa, meningkat dari 290.000 pada tahun 1990 dengan pertumbuhan rata-rata 2,12% per tahun. Cimahi berada di sebelah barat Kota Bandung, dan menjadi kota penyangga bagi Ibu kota Jawa Barat tersebut. Jumlah penduduk 612,168 jiwa (per Mei 2011), dengan luas wilayah 48,42 km persegi. Namun pastinya kini sudah bertambah seiring dengan perkembangan manusia.

Kota Tentara
Kota Cimahi mendapat julukan sebagai “Kota Tentara” karena di kota ini banyak pusat pendidikan untuk tentara, di antaranya:

  • Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdikarmed)
  • Pusat Pendidikan Pengetahuan Militer Umum (Pusdikpengmilum)
  • Sekolah Pelatih Infanteri Pusat Pendidikan Infanteri (SPI Pusdikif)
  • Pusat Pendidikan Jasmani (Pusdikjas)
  • Pusat Pendidikan Peralatan (Pusdikpal)
  • Pusat Pendidikan Pembekalan Angkutan (Pusdikbekang)
  • Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom)
  • Pusat Pendidikan Perhubungan (Pusdikhub)

Belum lagi markas-markas tentara yang terdapat di situ yang jumlahnya pun cukup banyak, seperti:

  • Brigif 15/Kujang II
  • Pussenarhanud Kodiklatad
  • Pussenarmed Kodiklatad
  • Kiban Yonzipur 3/Macan Kumbang
  • Kodim 0609/Cimahi
  • Yonarmed 4/105 Parahyangan
  • Tepbek Cimahi
  • Koramil Cimahi
  • Rumkit Tk. II Kesdam III/Siliwangi
  • Kesdim Cimahi

Sebenarnya masih banyak pusat dan asrama militer yang ada di kota ini. Tidak heran jika 60 persen dari Kota Cimahi wilayahnya digunakan oleh tentara. Dengan kondisi ini Cimahi juga disebut sebagai Kota Hijau, karena Tentara warna dominan dari kostumnya adalah hijau, khususnya TNI AD.

Nah teman-teman, demikian artikel tentang Sejarah Kota Cimahi.

Data Prestasi Kota Cimahi

Kota Cimahi sebagai kota yang baru berdiri, memiliki banyak prestasi. Berikut adalah Data Prestasi Kota Cimahi dari tahun 2007 hingga tahun 2014, bagi yang ingin menambahkan data prestasi… silahkan hubungi admin…

NO JENIS PRESTASI PRESTASI
TAHUN TINGKAT
 66 Rekor MURI Indonesia Bamboo Community 2014 Provinsi
 65 Pasanggiri Seni dan Budaya Tingkat Jawa Barat Priangan IV Sebagai Peringkat Ke 2 Sutradara Terbaik Priangan IV 2014 Provinsi
 64 Peringkat Ke 2 Dalam Perlombaan Juara Lagu Islami 2014 Provinsi
 63 Juara Harapan 2 Untuk Lomba Calung 2014 Provinsi
 62 Juara Nasyid Religi 2014 Provinsi
 61 Juara Harapan 2 Untuk Lomba Calung 2014 Provinsi
 60 Finalis Puteri Indonesia 2013 Nasional
 59 Pasanggiri Seni dan Budaya Tingkat Jawa Barat Priangan IV Sebagai Juara Pertama Untuk Kategori Kawih Sunda 2013 Provinsi
 58 Pasanggiri Moka Jabar Untuk 2013 Provinsi
 57 Pasanggiri Moka Jabar Untuk Kategori Moka Duta Pajak 2013 Provinsi
 56 Juara Pertama Lomba Alimpiado Tingkat Jawa Barat 2013 Provinsi
 55 Penghargaan Diniyah untuk Walikota Cimahi sebagai Kepala Daerah Peduli Diniyah Takmiliyah Bidang Regulasi dan Anggaran 2012 Provinsi
 54 Penghargaan Raskin Dalam Manajemen Raskin Tahun 2010 Tingkat Jawa Barat 2011 Provinsi
 53 Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP Awards) 2010 Sebagai Juara Pertama Dalam Kategori Perkotaan Bidang Sanitasi, Perkotaan Sub Bidang Pengelolaan Air Limbah 2011 Nasional
 52 Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP Awards) 2010 Sebagai Juara Kedua Dalam Kategori Perkotaan Bidang Penataan Permukiman Kumuh 2011 Provinsi
 51 Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP Awards) 2010 Sebagai Juara Ketiga Dalam Kategori Perkotaan Bidang Sanitasi, Perkotaan Sub Bidang Persampahan 2011 Provinsi
 50 Citra Bhakti Abdi Negara Sebagai Kota Terbaik Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2009 2010 Nasional
 49 Anugerah Adipura Sebagai Kota Terbaik Dalam Pengelolaan Lingkungan Perkotaan Untuk Kategori Kota Sedang 2010 Nasional
 48 Penghargaan Prakarti Madya Dalam Lomba Lingkungan Bersih Sehat Kategori Kota Tahun 2010 ( RW 22 Kel. Baros ) 2010 Nasional
 47 Penghargaan “10 CEO Terbaik” Tahun 2010 2010 Nasional
 46 Adiupaya Puritama Sebagai Kota Terbaik II Kategori Kota Menengah/Kecil Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan dan Permukiman 2010 Nasional
 45 Wahana Tata Nugraha Dalam Pengelolaan Ketertiban Lalulintas & Angkutan Kota 2010 Nasional
 44 Lomba Cipta Menu B3 Sebagai Juara Pertama Lomba Cipta Menu B3 (Beragam, Bergizi, Berimbang) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 2010 Provinsi
 43 Investment Award 2010 Sebagai Peringkat Pertama Kategori Kota Dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bidang Penanaman Modal Tahun 2010 2010 Nasional
 42 Rekor MURI Dalam Rekor Penyuluhan Dengan Tenaga Terbanyak Untuk Penyuluhan Bahawa Merokok Dalam Rumah 2010 Nasional
 41 Indigo Awards 2010 Dalam Kategori Tokoh Birokrat Pendorong Industri Kreatif 2010 Nasional
 40 Masyarakat Peduli Lingkungan Dalam Kategori Kepala Daerah Berinovasi Kegiatan Lingkungan 2010 Provinsi
 39 Citra Pelayanan Prima 2010 Nasional
 38 Penghargaan Raskin AWARD 2009 Nasional
 37 Anugerah Adipura Sebagai Kota Terbaik Dalam Pengelolaan Lingkungan Perkotaan Untuk Kategori Kota Sedang dari Presiden RI 2009 Nasional
 36 Plakat Wahana Tata Nugraha Dalam Pengelolaan Ketertiban Lalulintas Dan Angkutan Kota dari Menteri Perhubungan RI 2009 Nasional
 35 Penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP Award) Dalam Pengelolaan Manajemen Perkotaan dari Menteri Dalam Negeri RI 2009 Nasional
 34 Penghargaan Adiupaya Puritama Sebagai Peringkat Pertama Kategori Kota Menengah/Kecil Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan dan Permukiman dari Menteri Perumahan Rakyat RI 2009 Nasional
 33 Penghargaan Swasti Saba Wiwerda Sebagai Kota Sehat dari Menteri Kesehatan RI 2009 Nasional
 32 Penghargaan Ksatria Bhakti Husada Kartika dari Menteri Kesehatan R I 2009 Nasional
 31 Penghargaan Investment Award Sebagai Kota Terbaik II Bagi Penanaman Modal dari Menko Perekonomian RI 2009 Nasional
 30 Piala Citra Bhakti Abdi Negara sebagai penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang dinilai berhasil dalam memberikan serta meningkatkan kinerja dalam hal pelayanan publik 2009 Nasional
 29 Penghargaan Ketahanan Pangan dari Gubernur Jawa Barat 2009 Provinsi
 28 Penghargaan Sebagai Peringkat II Lomba Kota Siaga Tingkat Jawa Barat dari Gubernur Jawa Barat 2009 Provinsi
 27 Lencana Dharma Bhakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka 2009 Provinsi
 26 Juara terbaik I tingkat Nasional Lingkungan Bersih dan Sehat untuk RW.09 Kelurahan Cigugur Tengah 2008 Nasional
 25 Penghargaan dari DEPDAGRI tentang Pelayanan Pembuatan Akte Kelahiran 2008 Nasional
 24 Penghargaan Satya Lencana Wira Karya di bidang Keluarga Berencana untuk Ketua Penggerak PKK Kota Cimahi Atas Nama Ny.Ati Suharti Tochija 2008 Nasional
 23 Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden Republik Indonesia sebagai Unit Pelayanan Publik berkinerja sangat baik 2008 Nasional
 22 Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat kepada Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) Kota Cimahi sebagai unit kerja pelayanan publik (UKPP) berprestasi di Provinsi Jawa Barat 2008 Provinsi
21 Penghargaan Tingkat Provinsi Jawa Barat berupa plakat tertib Lalu Lintas dan Angkutan 2008 Provinsi
20 Juara ke II Tingkat Provinsi Jawa Barat Pemugaran Rumah dalam Kegiatan P2WKSS di Kelurahan Citeureup 2008 Provinsi
19 Juara terbaik I tingkat Provinsi Jawa Barat Lingkungan Bersih dan Sehat untuk RW.09 Kelurahan Cigugur Tengah 2008 Provinsi
18 Juara terbaik ke III Tingkat Provinsi Jawa Barat Kelompok Bina Keluarga Lansia untuk Kelompok Hebras RW.15 Kelurahan Cibabat 2008 Provinsi
17 Juara Harapan III Tingkat Bina Keluarga Remaja untuk Kelompok Cempaka RW.17 Kelurahan Leuwigajah 2008 Provinsi
16 Juara Harapan I PKB Teladan (Penyuluh Keluarga Berencana) Kelurahan Cimahi 2008 Provinsi
15 Juara I Orsos berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat untuk Mizan Amanah RW.05 Kelurahan Setiamanah 2008 Provinsi
14 Juara II Tingkat Provinsi Jawa Barat Karang Taruna Karya Muda Kelurahan Pasirkaliki 2008 Provinsi
13 Juara Tingkat Provinsi Jawa Barat, P2WKSS untuk RW.02 Kelurahan Citeureup 2008 Provinsi
12 Juara Terbaik I PHBS Tingkat Provinsi Jawa Barat diraih oleh Kelurahan Cimahi 2008 Provinsi
11 Juara Terbaik II LBS Tingkat Propinsi Jawa Barat diraih oleh Kelurahan Cimahi 2008 Provinsi
10 Juara Terbaik II HKG PKK – KB – Kesehatan Tingkat Propinsi Jawa Barat diraih oleh Kelurahan Cimahi 2008 Provinsi
9 Juara Harapan II Posyandu Tingkat Propinsi Jawa Barat diraih oleh Kelurahan Citeureup 2008 Provinsi
8 Juara Harapan II Kader Posyandu Tingkat Propinsi Jawa Barat diraih oleh Kader Posyandu Kelurahan Citeureup 2008 Provinsi
7 Kader PKK Terbaik VIII Tingkat Propinsi Jawa Barat diraih oleh Ny. Wiwi Siti Juariah 2008 Provinsi
6 Juara I Lomba Kreativitas Membuat Produk Dodol Berbahan Baku Lokal Tingkat Provinsi Jawa Barat 2008 Provinsi
5 Penghargaan untuk Kota Cimahi dalam Bidang Pendidikan dari Word Bank, Pemerintah Kerajaan Belanda, Pemerintah Norwegia dan EE Net Asia untuk Program Menuju Inklusi 2007 Internasional
4 Penghargaan Satya Lancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia pada Hari Keluarga Nasional XIV (Di Ambon) Kepada Walikota Cimahi pada Bidang Kesejahteraan Sosial 2007 Nasional
3 Penghargaan Satya Lancana Wira Karya di Bidang Keluarga Berencana Kepada Walikota Cimahi pada Bidang Keluarga Berencana 2007 Nasional
2 Penghargaan sebagai Tokoh Pengembangan SDM Melalui Sistem Pendidikan Jarak Jauh pada Bidang Pendidikan dari Rektor Universitas Terbuka Departemen Pendidikan Nasional kepada Walikota Cimahi 2007 Nasional
1 PKK Kota Cimahi memperoleh penghargaan Kstaria Bhakti Husada Arutala dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang diterima oleh Ibu Hj. Ati Suharti Tochija 2007 Nasional

Demikian Data Prestasi Kota Cimahi hingga 2014, semoga berguna bagi kita…

Daftar Nama dan Alamat Bank di Kota Cimahi

 
No Nama Bank Alamat Telepon
1 Bank Jabar Jl. Raya Timur no.451 Cimahi 40524
Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Cibabat Cimahi
(022) 6658553
2 Bank Buana Indonesia Jl. Raya Cimahi 545 (022) 6658553 – 6632984
3 Bank Central Asia (BCA) Jl. Raya Barat 533 Cimahi (022) 6656186 – 6658553 – 6632985
4 Bank Danamond Jl. Raya Cibabat Ruko B-1 Cimahi (022) 6657132 – 6658553 – 6632986
5 Bank Harapan Saudara (BHS) Ruko Raya Cibabat 310 BI.B
Jl. Jend.Gatot Subroto 1 Cimahi
(022) 6658553
(022) 6658553
6 Bank Niaga Jl. Raya Cibabat 310 Cimahi (022) 6634801
7 Bank Internasional Indonesia (BII) Jl. Raya Cibabat (022) 6658553 – 6632989
8 Bank Mandiri Jl. Raya Cimahi 612 Cimahi
Jl. PD Mas Raya 4 Cimahi
Jl. Raya Cibabat 270 Cimahi
Jl. Raya Cimahi 549 Cimahi
(022) 6658553 – 6632990
(022) 6658553 – 6632991
(022) 6658553 – 6632992
(022) 6658553 – 6632993
9 Bank Muamalat Indonesia Jl. Raya Timur Cimahi (022) 6643920
10 Bank Nasional Indonesi (BNI) Jl. Raya Cibabat 444 Cimahi (022) 6643515
11 Bank NISP Jl. Jend. Gatot Subroto 8 Cimahi (022) 6652808
12 Bank Nusantara Parahyangan (BNP) Jl. Raya Barat 664 Cimahi (022) 6628881
13 Bank Permata Jl. Raya Cimahi 523 Cimahi
Jl. Raya Cibabat 399-B Cimahi
(022) 6652593
(022) 6649048
14 Bank Syariah Mandiri Jl. Raya Cibabat 98 Cimahi (022) 6643920
15 Bank Rakyat Indonesia Jl. Raya Cimahi 594 Cimahi (022) 6654580
16 Bank Tabungan Negara (BTN) Jl. Raya Timur 457 Cimahi (022) 6651644
17 Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Jl. Raya Timur 433 Cimahi (022) 6651563
18 HSBC Jl. Raya Cibabat 310 Cimahi -
19 Lippo Bank Jl. Raya Cimahi 256 Cimahi (022) 6643600

Data Wilayah Kota Cimahi

Jalin Kerja Sama, FKUI-Microsoft Luncurkan Aplikasi MED+

Microsoft-FK Med_websizeKamis (18/12/2014), bertempat di Balai Sidang UI, Depok, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) bekerja sama dengan Microsoft Indonesia serta VI System (PT Vertikal Integrasi Internasional) meluncurkan aplikasi pendidikan kesehatan berbasis teknologi yang diberi nama MED+. Aplikasi ini tersedia khusus di tablet berbasis Windows 8.1 Acer Aspire Switch 10 serta dapat diunduh di Windows Store. Aplikasi pendidikan kesehatan ini memungkinkan para mahasiswa kedokteran di Indonesia untuk mempelajari anatomi, fisiologi, dan patologi tubuh manusia secara tiga dimensi.

Education Lead Microsoft Indonesia, Benny Kusuma, mengatakan bahwa peluncuran MED+ ini sesuai dengan visi Microsoft untuk membuat suatu sistem pendidikan dan pembelajaran masa depan yang baik dan terintegrasi. “Kami harapkan dengan kehadiran aplikasi ini, mahasiswa kedokteran dan ilmu rumpun kesehatan Indonesia dapat semakin mudah mempelajari dan mendalami ilmu kesehatan,” ujarnya.

Saat ini, MED+ yang tersedia di Acer Aspire Switch 10 telah telah dilengkapi dengan Office 365 yang meliputi Microsoft Online (Word, Excel, Power Point, OneNote, Calender, Outlook). Sebagai langkah selanjutnya, MED+ yang diunduh di Windows Store juga akan langsung hadir lengkap dengan Office 365.

Dalam acara yang juga diikuti oleh para profesor dari FKUI ini, Microsoft menampilkan simulasi aplikasi MED+. Simulasi ini dilakukan melalui layar besar yang tersedia di atas panggung. Layar ini menghubungkan percakapan yang terjadi di ruang Balai Sidang dengan ruang kelas lain yang berada di RIK UI.

Dalam simulasi ini, para profesor yang hadir memberikan materi pembelajaran dari ruang Balai Sidang ke peserta yang berada di ruang RIK UI. Simulasi ini diharapkan membuat peserta yang hadir dapat memahami fungsi MED+ dan manfaatnya bagi dunia pendidikan kesehatan di Indonesia. Acara diakhiri dengan sesi makan siang bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. (WND)

Punten-Mangga di Ufuk Senja

2

Oleh RESTU PUTERI SUJIWO

(Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi, FPIPS, UPI)

PUNTEN, sudah tak asing lagi ditelinga urang Sunda mah-orang Sunda. Biasanya kata punten diiringi balasan kata mangga, di mana dua kata tersebut saling bertautan dan tak terpisahkan. Jika seseorang mengucapkan punten maka lawan bicaranya akan menjawab mangga. Kamus bahasa sunda sendiri, punten memiliki arti maaf, permisi dalam bahasa Indonesianya, sedangkan mangga dalam bahasa Indonesia berarti silahkan (http://kamusiana.com/).

Kedua kata ini juga merupakan salah satu simbol dari identitas budaya orang Sunda, di mana identitas menurut Collier dan Thomas, sebuah proses identifikasi dan penerimaan ke dalam suatu kelompok sosial yang memiliki seperangkat sistem simbol dan makna bersama serta norma yang mengatur tingkah laku (Jandt, 2006:8).

Searle, menyebutkan bahwa berbicara sebuah bahasa adalah menyatukan dengan sebuah bentuk aturan yang diatur oleh pelaku (Stephen W. Littlejohn, 2014:165). Sehingga kunci punteun mangga dapat menjadi ciri khas yang lahir dari budaya masyarakat itu sendiri, sebab budaya diutarakan Taylor  sebagai sesuatu sistem kompleks yang terdiri dari pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat dan kapabilitas dan perilaku lain yang didapatkan manusia sebagai anggota dari masyarakat (Mindnesset al, 2006:18).1

Pemanfaatan kata punten-mangga ketika bersosialisasi, menunjukkan moral orang Sundan yakni tingginya rasa sopan satun seseorang kepada orang lain, baik dengan orang yang dikenal maupun tidak dikenalnya. Hal itu terbukti nyata, ketika seseorang melewati sebuah jalan kecil (gang) dan seorang atau beberapa warga yang dilewati, menampakkan rasa sopan dan satunnya maka orang tersebut haruslah mengucapkan punten dan orang yang dilewatinya itu secara tidak langsung akan merasa bahwa ia dihargai dan dihormati dan menyahutnya dengan menuturkan mangga. Walau hal itu adalah hal sederhana namun dapat berdampak besar

Nilai, Punteun-Mangga

Zaman sekarang ini telah berkurang orang sunda yang mengatakan punten-mangga. Nyatanya, ketika dipraktekan rata-rata orang mengucapkannya  dengan volume rendah. Biasanya hal ini karena malu, apalagi jika orang yang tak dikenal, akan semakin pelan saja suara yang terdengar. Lebih baik jika percaya diri saja ketika mengucapkannya, tidak ada rugi yang akan diterima. Namun ada juga yang bahkan seperti ayam, yang hanya lewat saja tanpa ada rasa malu akan sikapnya. Aduh, kaduhung pisan euy, eta mah.

Selain itu, punten-mangga juga dapat menunjukan bahwa orang tersebut ingin melestarikan budaya, adat kebiasaan leluhurnya, dan untuk orang non sunda, mereka ingin mengikuti budaya dari tempat yang ditinggalinya atau dikunjunginya. Apalagi orang pribumi siapapun juga akan senang jika orang asing mengetahui budayanya dan bahasanya.

Meski radar punten-mangga berada diufuk senja, jangan sampai generasi selanjutnya tidak tahu menahu kekuatan sepasang kata ajaib yang menjadi salah satu identitas budaya di tatar Sunda karena jika identitas budaya ini terhenti pada generasi kita, kaduhung-sayang sekali. Lestarikan, mun teu ayeuna mah, iraha deui?

Rektor UPI: Pendidikan sebagai Panglima Harga Mati

Bandung, UPI5

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. mengemukakan, berbagai perubahan yang terjadi pada saat ini, baik di lingkup internasional, regional, maupun nasional, menempatkan UPI untuk menghadapi dua pilihan yang bersifat diametral: berbenah memperbaiki diri agar terus eksis atau tergilas punah karena tidak adaptif terhadap perubahan.

“Menyikapi pilihan itu, tentu saja, sedikit pun tak pernah terbayang dan terpikir dalam benak saya khususnya untuk membiarkan lembaga ini ‘mati suri’ dan tak berdaya karena tergilas gerak perubahan zaman yang sangat dinamis,” katanya dalam pidatonya dalam Wisuda Universitas Pendidikan Indonesia Gelombang III Tahu 2014 di Gedung Gymnasium Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung..

UPI menggelar sidang terbuka Wisuda Gelombang III Tahun 2014 Jumat dan Sabtu (19-20/12/2014) di Gedung Gymnasium Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Rektor UPI Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. mewisuda 3.413 orang baik lulusan jenjang diploma (D3), sarjana (S1), program profesi, serta pascasarjana (S2 dan S3).2

Wisudawan terdiri atas 51 orang lulusan jenjang Diploma (D3), 2.678 orang jenjang Sarjana (S1), 518 orang jenjang Magister (S2), dan 57 jenjang Doktor (S3). Sementara itu lulusan pendidikan profesi program PPG pasca SM-3T sebanyak 64 orang, ditambah dengan 45 orang lulusan PPG Prajabatan SMK Kolaboratif. Sebanyak 652 orang lulusan meraih predikat cum laude, dengan perincian sebagai berikut, 5 orang dari jenjang D3, 628 orang jenjang S1, 18 orang jenjang S2, dan 1 orang jenjang S3.

Menurut Rektor, cita-cita mulia para leluhur mendirikan UPI 60 tahun lalu tiada lain karena dipicu oleh satu kesadaran bahwa pendidikan guru itu penting untuk diselenggarakan demi menggapai kemajuan kehidupan bangsa, terlebih lagi bagi bangsa yang baru merdeka pada saat itu. Esensi cita-cita para pendahulu yang menjadikan pendidikan sebagai panglima merupakan harga mati yang harus dipelihara dan ditransformasikan ke dalam segenap sikap yang menyadari pentingnya nilai pendidikan.IMG_0890

“Semangat dan cita-cita pendahulu kita tidak boleh dicederai, justru harus diperkokoh dipelihara dan dipertahankan. Untuk selalu hidup dalam derajat keunggulan, kita tak punya pilihan selain melakukan perubahan mendasar, yaitu perubahan yang tidak bersifat kamuflase dan atau perubahan yang tidak sekadar tambal sulam,” kata Pro. Sunaryo.

Dikemukakan, penetapan Undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi telah mengembalikan UPI menjadi perguruan tinggi yang otonom. Sebagai perguruan tinggi otonom, keleluasaan yang diperoleh UPI merupakan kesempatan dan bisa jadi merupakan management tool yang paling ampuh untuk dimanfaatkan demi meningkatkan mutu pengelolaan universitas, baik pada aspek akademik maupun non-akademik.

Tujuan akhir ‘pemberian’ status otonomi dari pemerintah, kata dia, tidak lain untuk meningkatkan mutu di segala bidang, baik yang terkait dengan layanan mutu pendidikan, penyelenggaraan program, lulusan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dikelola UPI sebagai perwujudan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hanya dengan cara inilah keberterimaan, pengakuan, penghargaan dari masyarakat dan pemerintah kepada universitas ini semakin meningkat.3

“Di samping itu, lahirnya Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 2014 tentang Statuta UPI, secara khusus, telah menandai suatu momentum perubahan penting dalam pengelolaan dan penyelenggaran pendidikan di universitas kita secara mandiri,” kata Rektor selanjutnya.

Penetapan UU Dikti dan PP tentang Statuta UPI, kata Rektor, merupakan produk hukum yang secara regulatif telah mengikat UPI untuk melakukan perubahan yang mengarah pada penyempurnaan sosok UPI menjadi perguruan tinggi yang otonom dengan tata kelola yang baik, good university governace. Transisi governace yang diamanatkan dalam Statuta UPI itu, secara bertahap dan sistematis, tengah dilakukan, baik yang menyangkut aspek peningkatan kualitas akademik maupun yang menyangkut aspek pemantapan manajemen penyelenggaraan universitas.

“Perbaikan, perubahan dan penyempurnaan sosok UPI ke depan, dengan penuh kecermatan, telah ditransformasikan dalam bentuk penyusunan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) UPI PTN bh,” kata Rektor.IMG_0889

Diungkapkan, penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) UPI PTN bh telah memasuki fase penyelesaian. Dengan struktur yang baru ini, organisasi UPI diharapkan menjadi lebih lincah, ramping dan kaya fungsi sehingga dapat menjadi mesin penggerak dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang produktif dan bermutu. Secara keseluruhan, struktur organisasi UPI disusun dengan menerapkan prinsip shared governance dan mencerminkan kolegialitas akademik. Dengan demikian, cita-cita UPI untuk menjadi universitas pelopor dan unggul dapat lebih mudah tercapai.

Rektor menegaskan, upaya mewujudkan sosok UPI yang ideal tidak hanya dilakukan melalui penataan governance, tetapi juga dilakukan melalui perumusan arah pengembangan UPI masa depan yang diwujudkan melalui dokumen Rencana Pengembangan Jangka Panjang (RPJP) UPI 2016-2040. Dokumen RPJP ini disusun dengan memperhatikan dan menganalisis kondisi internal UPI dan perkembangan dunia, khususnya dunia pendidikan tinggi.

“Diharapkan, dalam beberapa waktu ke depan, dokumen RPJP yang telah kita susun melalui pengkajian akademik yang mendalam ini dapat disetujui dan disahkan MWA sebagai rujukan normatif dalam pengembangan UPI ke depan,” kata Rektor. (WAS/Dodiangga)

Enggar: Pendidikan Indonesia Dalam Masa Gawat Darurat

Bandung, UPI1

Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia Drs. Enggartiasto Lukita menyatakan, pendidikan Indonesia memasuki masa gawat darurat. Sebab, sebanyak 75% sekolah di Indonesia tidak memenuhi standar layanan minimal pendidikan dan nilai rata-rata kompetensi gurunya hanya 44,5. Padahal nilai standar kompetensi guru adalah 70.

”Pendidikan Nasional bukanlah semata-mata soal kurikulum dan besaran anggaran pendidikan nasional dalam komponen APBN. Pendidikan Nasional adalah soal bagaimana kita membawa dan mengarahkan tujuan, kemana masa depan bangsa dan negara ini,” kata Enggartiasto mengutip ungkapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies R Baswedan saat memberikan sambutan pada upacara Wisuda Sarjana UPI  Gelombang III, Jumat (19/12/2014), di Gedung Gymnasium Kampus UPI Bumi Siliwangi Jln Dr., Setiabudhi No. 229 Bandung.4

Dikemukakan, pendidikan nasional sebaiknya dipersiapkan secara matang dengan hati nurani yang bersih, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar hasilnya berjalan sebagaimana yang diharapkan. Pendidikan yang baik hanya bisa dilaksanakan oleh orang yang sadar, mengerti dan memahami betapa mendidik dan pendidikan menentukan arah kemajuan bangsa dan untuk itu perlu spesialisasi.

Lebih lanjut dikatakan,”Predikat Universitas Pendidikan menuntut para alumninya untuk mengemban tanggung jawab dan membuktikan kesesuaian perilakunya dalam kehidupan bermasyarakat dengan gelar yang disandangnya. Sebagai pendidik, kita harus mampu memadukan antara ilmu pengetahuan dengan etika, akhlak moral, karena kepandaian tidak akan ada artinya manakala tidak bermoral.”3

Dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, diharapkan menjadi momentum bagi para pendidik untuk membuktikan diri, bahwa kita mampu mendidik dan menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang berani dan mampu bersaing dalam MEA, ujarnya. (Dodiangga)

MENGEJAR ASA BERSAMA KELOMPOK BELAJAR AURORA

Cimahi, UPI2

Bermain sambil belajar kegiatan tersebut dapat dilakukan di  Kejar Aurora. Sekolah nonformal ini berada di daerah terpencil di Cihanjuang, Cimahi, Jawa Barat. Puji Prabowo seorang pendiri sekaligus pengajar pada awalnya bermimpi ingin membagikan ilmunya kepada teman-teman kecil yang membutuhkan, akhirnya pada tanggal 21 Mei 2012, ia beserta temannya Angga Firdaus mendirikan sekolah gratis bernama Kejar Aurora.

Awalnya sekolah nonformal ini berdiri di kawasan Cimindi. Namun ada seorang pengusaha dermawan bernama Edi yang mengizinkan Kejar Aurora mendirikan sekolah dan menempati tanahnya tanpa dipungut biaya. Dimulai dengan penyebaran undangan di sekitar Cihanjuang, namun ternyata tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan orang tua untuk mengijinkan anaknya belajar di Kejar Aurora. Tapi seiring berjalannya waktu, satu persatu  anak berdatangan hingga kini sudah puluhan anak yang belajar di Kejar Aurora.3

Anak-anak yang belajar di sini umurnya berkisar antara 5 hingga 12 tahun. Kegiatan belajarnya diadakan setiap Sabtu dan Minggu, pembelajarannya berupa soft skill dan berimajinasi seperti menggambar, menari juga bermain seperti sepakbola, main lego dsb. Agar anak-anak ini semangat belajar, pengajar di Kejar Aurora ini memberikan reward atau penghargaan setiap bulannya kepada anak yang rajin dan baik dalam mengikuti kegiatan pengajaran.

Setelah berhasil mendirikan dan membuat sekolah ini tetap berjalan hingga sekarang, para pengajar Kejar Aurora yang berjumlah 15 orang ini memiliki keinginan lain yaitu agar Kejar Aurora dapat menjadi badan hukum yang resmi secara tertulis. (Paramita Sulistiyoputri Mahasiswa Ilmu Komunikasi FPIPS UPI)

MAHASISWA IKOM BERLATIH MENJADI PEMIMPIN

Bandung, UPI1

Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan latihan kepemimpinan di Gedung Geugeut Winda (PKM) Lt. 2 Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung,  Jumat dan Sabtu (28-30/11/2014).

Tema yang diusung pada rangkaian kaderisasi yang kedua ini adalah Organisatois Kepakaran. Mahasiswa Ilmu Komunikasi bukan hanya dibentuk sebagai seorang organisatoris yang baik, namun juga mengenal bentuk kepakaran komunikasi, dilihat dari tema khususnya yakni Public Relation. Terbukti dengan pakaian serta atribut yang dikenakan oleh para peserta LKM, yakni pakaian resmi layaknya seorang Humas.2

Kegiatan ini dibuka Ketua Departemen Ilmu Komunikasi, Dr. Ridwan Effendi M.Ed. Dia berpesan bahwa pemimpin harus memiliki etika. Orang akan memilih seseorang yang baik ketimbang seseorang yang pintar jika diharuskan memilih seorang pemimpin.

“Setiap pemimpin ada masanya, dan setiap masa ada pemimpinnya, maka untuk mencetak pemimpin baru yang lebih baik harus ada kegiatan LKM ini.” ujar Ketua Pelaksana LKM, Ghifari Syarief Dalila.3

Materi yang disampaikan di hari pertama yakni Manajemen Organisasi (Julina Sari, BEM Rema UPI), Kepemimpinan (M.Luthfi Fadlani, Ketua BEM Himikasi), Kesekretariatan (Saffina Azzahra Firdaus, Sekretaris BEM Himikasi), Birokrasi (Bagja Waluya, M.Pd), Followership (M. Iqbal, S.Pd, M.Si).

Peserta antusias dan semangat dalam melaksanakan kegiatan tersebut, terlihat dari banyak pertanyaan yang diutarakan saat pematerian berlangsung. Simulasi dilaksanakan setelah pematerian berlangsung. Bukan hanya teori yang mereka terima, namun juga praktek secara langsung. Simulasi pembuatan rancangan kegiata,proposal,kepanitiaan, hingga simulasi birokrasi.

Materi yang disampaikan di hari kedua yakni Public Speaking (Rizky Ramdani, BEM Himikasi), Marketing Komunikasi (Angga Hendi Prabowo, AIESEC), Advokasi Mahasiswa (Adi M. Priyanto, BEM Himikasi), Teknik Persidangan (Arizky Yessar, DPM Himikasi). Simulasi Aksi, Press Conference serta Simulasi Sidang dilaksanakan di hari kedua ini.  Selanjutnya pada hari ketiga ada pematerian tentang Public Relation dan Manajemen Krisis (Vidi Sukmayadi, S.Pd,M.Si).

“Acaranya ramai dan ini merupakan kegiatan positif, karena banyak materi yang nyambung sama kuliah,” ujar Anisa Maulida, salah satu peserta LKM Himikasi angkatan 2014. (Laras Annisa W, Mahasiswa Ikom FPIPS UPI)

Dandy, Bocah kecil berhati besar

Ilustrasi NETIlustrasi NET

Bandung, UPI

Tubuh kecil nan kurus itu berbalutkan seragam merah putih yang kusam. Putihnya menguning, merahnya ditutupi noda hitam disana-sini. Di tangannya selalu tergenggam keranjang berisi aneka puding jajakannya. Bocah itu bernama Dandy Anugerah. Usianya masih 11 tahun, namun tanggung jawab yang dipikulnya sudah cukup besar. Setiap hari ia berjualan untuk membantu keuangan keluarganya.

Mungkin banginya jalanan FPMIPA atau Gedung Geugeut-Winda di Universitas Pendidikan Indonesia sudah menjadi rumah kedua. Sebab hampir setiap hari ia kesana untuk berjualan. Dan kalimat “Puding A..Puding Teh…” selalu mewarnai harinya. Sebab kalimat sederhana tersebut menjadi kalimat pamungkasnya untuk menawarkan kepada setiap orang puding-pudingnya.

Dandy sendiri cukup popular di kalangan mahasiswa UPI maupun penduduk di daerah Gerlong Girang. Terbukti banyak yang menyapa dirinya yang sedang duduk berjualan di pinggiran jalan. Meski terkadang orang-orang tak membeli dagangannya, mereka lewat sambil memberikan senyum ramah kepada si bocah kecil ini.

Berjualan menjadi kegiatannya setiap hari. Lalu bagaimana dengan sekolahnya? Sekolah pun menjadi aktivitas wajib baginya. Ia menyukai sekolah. Sekolah baginya adalah tempat untuk belajar dan bermain dengan teman-temannya. Tempat ia bisa tertawa dengan orang-orang seusianya. Tempat untuk mengejar cita-citanya yang besar, yang ingin digapainya kelak.

Dandy. Bocah yang mungkin tidak memiliki kehidupan yang mudah seperti anak-anak yang beruntung di luar sana. Bocah yang sedari kecil dipaksa oleh kehidupan untuk mencari rupiah demi melanjutkan kehidupan. Namun ia juga bocah yang tak mencoba lari dari kehidupan. Bocah yang ikhlas menjalani kehidupan. Si bocah dengan hati yang besar. Salah satu sosok yang mungkin mengajari kita bahwa hidup ini mungkin tak selalu menyenangkan. Tapi kita bisa mengubahnya menjadi menyenangkan dengan merubah cara pandang kita terhadap itu sendiri. (Florida Purba, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FPIPS, UPI)

Jangan Takut Kuliah Di Negeri Orang!

Bandung, UPI1

Goethe Institut Jln. R.E. Martadinata 48 Bandung mengadakan open house untuk memperkenalkan budaya, informasi seputar pendidikan dan pekerjaan di Jerman, Kamis (11/12/2014). Program ini diadakan dengan tujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas khususnya mahasiswa agar berani mengambil keputusan untuk melanjutkan studi di luar negri. Mengingat banyaknya manfaat seperti melatih kemandirian, melatih mental agar kita selalu berusaha dan lebih menghargai uang juga mengelola waktu.

“Jerman aman bagi yang Muslim karena di setiap sudut kota disediakan masjid. Mereka juga mendapatkan kemudahan untuk memperoleh makanan halal. Selain itu rasa Pancasila, nasionalis dan HAM lebih terasa ketika kita berada di negeri orang,” kata Sulastri Madjid, Koordinator Program Budaya Goethe Institut.2

Antusiasme anak muda terhadap bahasa Jerman cukup tinggi, dan ini merupakan sebuah peluang bagi anak muda Indonesia untuk bisa bersekolah disana. Jerman memberikan 10% kursi bagi mahasiswa asing untuk belajar dan bekerja disana. Kuliah di Jerman tak perlu khawatir dengan biaya, karena disana biaya gratis, hal tersebut karena kebijakan pemerintah Jerman semua masyarakat wajib menenyam pendidikan tinggi hingga tidak ada biaya sama sekali yang dikeluarkan. Kita hanya  perlu membiayai keperluan pribadi.

Goethe Institut adalah satu-satu nya Institusi yang memberikan Ijasah berupa kemampuan bahasa Jerman. Ijasah tersebut wajib dimiliki untuk orang-orang yang hendak pergi ke Jerman. Tak perlu lagi takut pergi ke Negeri orang, karena sudah banyaknya kemudahan. Karena dengan belajar disana wawasan akan terbuka luas dan cara pandang melihat sesuatu akan berbeda. Kita akan lebih menghargai diri sendiri dan orang lain dari profesi mana pun.3

Begitupun dalam hal pekerjaan, tingkat pengangguaran yang sangat rendah membuktikan Jerman mempunyai daya saing yang tinggi. Sehingga memperikan peluang tambahan bagi warga Indonesia. Karena yang perlu disiapkan secara matang adalah penguasaan bahasa, dengan bahasa kita akan mudah berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan masyarakat Jerman. Walaupun kita bersekolah atau bekerja di Jerman, jangan lupakan kita adalah orang Indonesia. Berikan feedback bagi Bangsa Indonesia agar kita menjadi bangsa yang maju dan terdepan dalam hal pendidikan. (Sani Rusyda Rahmani, Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FPIPS UPI)

MENWA UPI: RESIMEN PENDIDIKAN

Bandung, UPIIMG_0574

Resimen mahasiswa merupakan wadah warga negara dalam menunjukan sikap bela negaranya, tidak hanya melalui ilmu kemiliteran dan keprajuritan, tetapi juga melalui karya anak bangsa yang dapat berguna bagi bangsa dan negara. Seperti halnya logo kebanggaan menwa dengan simbol senjata dan pena yang membuktikan bahwa Resimen Mahasiswa tidak hanya berperan dengan mengangkat pena seperti dulu lagi, tetapi juga dengan membuat karya yang sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahlian khusus yang dimiliki oleh masing-masing anggota Menwa.

“Resimen Teknologi” merupakan julukan untuk Resimen Mahasiswa Batalyon I ITB. Begitu juga dengan “Resimen Pendidikan” yang kini melekat pada Resimen Mahasiswa Batalyon XI Universitas Pendidikan Indonesia.  Sebagai pusat lembaga pendidikan telah banyak karya anak bangsa ini, tentunya dalam bidang kependidikan, diantaranya ialah, pendidikan kedisiplinan ormawa tingkat jurusan, Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang bekerjasama dengan Pusdikkum, Pendidikan wawasan bencana di SLB D YPAC Bandung dan terakhir ialah Pembinaan Fisik, Mental dan Disiplin (FMD), Indomobil Learning and Development Center (ILDC), yang diadakan di Bumi Perkemahan Cikole Jayagiri pada tgl 2 – 5 Desember 2014.

1

Pelatihan ini bermaksud untuk membina fisik, mental dan kedisiplinan calon karyawan Indomobil yang telah diseleksi dari berbagai kota di Indonesia, sehingga pada saatnya tiba nanti calon karyawan ini akan memiliki fisik, mental dan kedisiplinan yang tangguh yang akan sangat berguna dalam mengarungi dunia kerja yang akan mereka tempuh nanti. “Kami sangat berterimakasih kepada Resimen Mahasiswa Batalyon XI yang telah bersedia bekerjasama dengan perusahaan kami untuk mendidik adik-adik kami ini, hal ini sangat diluar ekspektasi kami dan sekali lagi kami mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Resimen Mahasiswa Batalyon XI UPI”. Itulah potongan amanat yang disampaikan oleh bpk. Teguh Yahya selaku Kepala Divisi After Sales PT. Wahana Inti Selaras, yang bertindak sebagai Pembina upacara penutupan Pembinaan FMD ILDC.2

“Saya merasa puas telah mendidik anak bangsa untuk lebih cinta tanah air dan memiliki sikap dan mental serta kedisplinan yang kuat, sebagai Resimen Pendidikan ini merupakan salah satu bentuk bakti kami terhadap bumi pertiwi ini” sebut Armandha Redo yang bertindak sebagai Komandan Satuan Tugas Pembinaan FMD ILDC Ini. selanjutnya Komandan Batalyon XI UPI Nursanda Rizky Adhari mengucapkan rasa syukur dan terimakasih terhadap pihak Indomobil yang telah mempercayakan tugas mulia ini kepada satuannya, dan ia juga berharap agar tugas mulia ini dapat terus terlaksana guna mewujudkan bangsa Indonesia yang memiliki sikap dan mental yang kuat serta positif.(Armandha Redo Pratama)

Jangan Coba-Coba Nyampah di Kota Bandung!

Bandung, UPI1

Sejak 1 Desember 2014, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mulai menerapkan denda bagi siapa pun yang membuang sampah sembarangan. Mereka yang melanggar dikenakan denda sebesar Rp 240.000 – Rp 50 juta. Hal ini merupakan bagian dari rangkaian program kampanye lingkungan nyaman dan bersih, setelah sebelumnya Ridwan Kamil sukses menggulirkan program gerakan pungut sampah (GPS).

Program ini disambut baik warga Kota Bandung. “Program yang bagus karena bisa membuat masyarakat lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan,” komentar Maranatha (20), salah satu warga Kota Bandung, Jumat (5/12/14).

Penerapan denda sudah tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2005 Pasal 49 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan Kota. Ada dua poin yang secara khusus mengatur sanksi denda bagi para pembuang sampah, yakni untuk yang tidak melengkapi kendaraan angkutan penumpang/barang dengan tempat sampah, membuang sampah sembarangan, atau membuang sampah keluar kendaraan, dikenakan pembebanan biaya paksaan penegakan hukum sebesar Rp 250.000.2

Poin lainnya yakni membuang sampah, kotoran atau barang bekas lainnya ke saluran air/ selokan, jalan, berm (bahu jalan), trotoar, tempat umum, tempat pelayanan umum dan tempat-tempat lainnya yang mengganggu Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan dikenakan pembebanan biaya paksaan penegakan hukum sebesar Rp.50.000.000.

Untuk seminggu pertama, pembuang sampah sembarangan akan ditegur. Selanjutnya akan disanksi tegas, yakni membayar denda sebesar 50 juta. Aparat Wali kota Bandung juga meresmikan relawan denda buang sampah atau Superhero Prabu, yaitu pahlawan urang Bandung. Relawan ini melibatkan masyarakat umum, mahasiswa, pelajar, satpol pp, dan kepolisian. Tugasnya yaitu memantau orang yang buang sampah.

Jadi, bagi anda warga Bandung ataupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Kembang, jangan coba-coba untuk membuang sampah sembarangan!  (Rini Andriani Rohmah, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FPIPS UPI)