Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Mantap, Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan. Kenapa saya sebut demikian, tidak lain karena dari urusan dapur hingga urusan di perjalanan, kita senantiasa melihat nama besar Pertamina. Bahkan kadang di kantor juga, nama Pertamina selalu muncul saat memilih solusi bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan untuk kendaraan kantor saat akan melakukan perjalanan dinas keluar kota.

Pertamina Solusi BBM Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Pengalaman penulis melakukan perjalanan bersama keluarga ke kota Kebumen di Jawa Tengah dari kota Bandung. Secara jarak tempuh sekitar 300km. Perjalanan menggunakan mobil super nyaman saat itu, mobil buatan Korea tahun 2000, KIA Carnival. Perjalanan berlangsung aman dan lancar bahkan bisa dibilang lebih hemat karena menggunakan BBM Oktan Tinggi Harga Terjangkau. Setelah dihitung-hitung, untuk biaya yang dikeluarkan untuk membeli Bahan Bakar Minyak untuk kendaraan, bisa hemat hingga Rp 100.000 dengan menggunakan BBM Berkualitas seperti Pertamax maupun Pertamax Plus dengan Research Octane Number (RON) 95 apabila dibandingkan dengan bahan bakar lainnya yang memiliki kandungan timbal.
Koq bisa hemat? Bahkan sampai 100.000 rupiah dalam 1 perjalanan dengan jarak 300km?
Seperti kita ketahui, bahwa mesin mobil keluaran baru dengan sistem injeksi akan terasa hematnya apabila menggunakan BBM dengan oktan yang tinggi. Selain menjadi hemat, kita juga turut menjaga lingkungan karena sistem pembakaran akan lebih sempurna pada mesin mobil yang menghasilkan emisi gas buang yang minimal saat berkendara di jalan.

Pertamina Solusi BBM Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Saya sendiri suka bingung, kenapa para pemilik mobil ataupun motor baru apalagi yang sudah memakai sistem injeksi tapi ternyata menggunakan bahan bakar dengan Nilai Oktan dibawah spesifikasi minimal seharusnya untuk mesin mobil dan motor miliknya, yang mana biasanya minimal RON 92. Saya lihat fenomena seperti ini baik pada pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat saat antri di SPBU. Pola pikir asal murah dan kendaraan bisa jalan juga kurang lebih penyebabnya. Padahal dengan memakai BBM Berkualitas bisa membuat tarikan pada mesin mobil dan motor lebih enteng, lebih hemat dan lebih awet dalam segi ketahanan mesin dalam jangka panjang yang tentunya akan berimbas pada dompet kita dalam segi hematnya.

Produk Pertamina untuk Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan diantaranya Pertamax Plus, Pertamax dan Pertalite. Dari beberapa sumber seperti majalah otomotif dan bacaan lainnya, terdapat beberapa keuntungan Pertamax Plus, Pertamax maupun Pertalite dibandingkan BBM lainnya, yaitu :

  1. Pertamax dan Pertamax Plus mengandung zat aditif yang dapat membersihkan ruang bakar pada mesin.
  2. Pertamax dan Pertamax Plus memiliki oktan tinggi yaitu RON 92 dan RON95 sehingga cocok untuk mesin injeksi dengan perbandingan kompresi yang tinggi.
  3. Pertamax dan Pertamax Plus lebih bagus dalam pembakaran di dapur pacu dibanding BBM seperti premium sehingga tarikan mesin lebih responsif dan bertenaga serta bebas dari mesin ‘mengelitik’ saat kendaraan dipacu pada kecepatan tertentu.
  4. Pertamax dan Pertamax Plus merupakan BBM yang tidak memiliki kandungan timbal atau kandungan logam berat lain sehingga menghasilkan emisi gas buang hasil pembakaran yang lebih ramah terhadap lingkungan dan aman bagi kesehatan manusia.

Dari segi konsumsi BBM, kita bisa melihat dari tabel pada majalah otomotif yang tadi saya baca soal perbandingan tes konsumsi BBM per liter yang ditampilkan sebagai berikut:

Konsumsi Premium 1:10 liter/km
Konsumsi Pertalite 1:13 liter/km
Konsumsi Pertamax 1:15 liter/km

Seperti kita tahu, harga per produk tersebut hanya sekitar Rp 500,00-an, dilihat dari benefit, tentunya lebih bagus Pertamax. Sayangnya Pertamax Plus tidak ada di tabel, tapi tentunya akan lebih hemat lagi. Hal ini seakan mengukuhkan produk Pertamina BBM Berkualitas dan BBM Oktan Tinggi Harga Terjangkau.

Mengingat bangku kuliah dulu, teringat SWOT. Jadi tergugah untuk sedikit membuat analisa SWOT untuk Pertamina sebagai Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan. Untuk analisa SWOT bisa melihat gambar berikut:

SWOT Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah LingkunganSecara Strength, produk Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan memiliki banyak poin, diantaranya: memiliki produk dengan nilai oktan yang tinggi sehingga merupakan pilihan utama bagi pengguna kendaraan model baru dengan mesin injeksi dengan berbagai keunggulan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Secara Weakness, memang pola pikir rakyat Indonesia masih lebih memilih BBM dengan kandungan timbal karena dipandang lebih murah, walau sebenarnya nilai beda dengan BBM Ramah Lingkungan produk Pertamina hanya berbeda 500 rupiah-an per liternya.

Pertamina Solusi BBM Berkualitas dan Ramah LingkunganSecara Opportunities, produk Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan tidak memiliki pesaing yang banyak. Sehingga bisa lebih dekat dengan kantong pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat karena BBM Oktan Tinggi Harga Terjangkau dari Pertamina yang memang sangat terjangkau.

Secara Threats, adanya provider lain untuk penyedia BBM tidak terlalu banyak, bahkan bisa dihitung dengan jari dan hanya ada di kota besar.  Selain itu, harganya pun lebih mahal dibanding produk Pertamina dalam hal BBM Berkualitas di kota sekitar kita.

Sebagai warga Indonesia yang cinta produk dalam negeri, produk Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan merupakan pilihan utama. Jadi jangan ragu, apabila saat di SPBU, kita akan memilih bahan bakar untuk kendaraan kita, karena produk pertamina seperti Pertamax Plus, Pertamax maupun Pertalite memiliki Durability, Air Fuel Ratio, dan Performance yang sangat teruji. Mantap sudah Pertamina sebagai Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan bagi rakyat Indonesia.

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Probumsil Darul Gemah Sukseskan Seminar Pendidikan Lingkungan Sekolah

1

Cibiru, UPI

Protokol Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (Probumsil UPI) Satuan Cibiru Darul Gemah turut sukseskan Seminar Pendidikan “Menciptakan Lingkungan Sekolah di Jawa Barat yang Sehat, Aman dan Ramah bagi Siswa dan Guru” yang diselenggarakan oleh SMP Laboratorium UPI kampus Cibiru, di Aula SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru. Senin, (14/11/2016).

Probumsil Darul Gemah sebagai pelaksana protokol universitas bertugas sebagai perencana, pelaksana dan evaluasi seminar. Satu bulan sebelum seminar tersebut berlangsung, Probumsil Darul Gemah telah merancang rangkaian acara, menentukan tata letak simbol-simbol negara, universitas, dan lembaga, tata tempat, tata penghormatan dan ketentuan-ketentuan lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan keprotokolan. Menjelang hari pelaksanaan seminar, Probumsil Darul Gemah mengajukan rancangan tata acara dan tata tempat yang sudah dirancang untuk diajukan kepada pimpinan lembaga UPI Kampus Cibiru dalam rapat koordinasi dengan pimpinan  SMP Laboratorium UPI kampus Cibiru dan panitia seminar lainnya.

Seminar yang dibuka oleh Drs. Agus Hanafi, BBA. selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan Kepala Sekolah SMP Laboratorium UPI Kampus Cibiru, sambutan Wakil Rektor UPI Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Sistem Informasi Prof. Dr. H. Aim Abdul Karim, M.Pd.

Seminar ini menghadirkan pemateri Gubernur Jawa Barat, Dr. (HC) H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si. memaparkan bahwa untuk menciptakan sekolah yang sehat itu perlu mendapatkan dukungan dari segala pihak baik itu guru, siswa ataupun orang tua siswa. Guru harus mampu menciptakan generasi muda yang memiliki keberanian dan berkarakter baik.

2

Pematerian kedua menghadirkan Dra. Nenden Ineu Herawati, M.Pd. mengenai “Peran Guru dalam Mendidik dan Membina Hubungan Harmonis di Lingkungan Sekolah”. Beliau menjelaskan bahwa sekolah sebagai lingkungan pendidikan kedua setelah keluarga karena di sekolah dapat mengembangkan aspek intelektual, moral, spiritual, emosional dan sosial peserta didik. Kepribadian guru agar dapat menciptakan hubungan yang harmonis diantaranya guru harus mampu menilai diri sendiri secara realistik, memiliki kemandirian, menerima tanggung jawab, dapat mengontrol emosi, serta penerimaan sosial. Sasaran dari seminar adalah guru-guru SMP Laboratorium dan SD Laboratorium UPI Kampus Cibiru, orang tua siswa SMP Laboratorium UPI Kampus Cibiru, siswa SMP Laboratorium UPI Kampus Cibiru, dan sivitas UPI Kampus Cibiru.

Penugasan  ini dipimpin oleh Deputi Satuan Cibiru Darul Gemah Protokol Utama Pratama (PUPt.) Agung Taufik Hermansyah (PGSD UPI Kampus Cibiru/2013) sebagai Pimpinan Tugas (Pingas) 1 berkordinasi langsung dengan Mitra Tama sebagai Pimpinan Tugas Utama (Pin gastama)  PUPt. Arief Fachrurozi (MIK/FPIPS 2013) untuk mengatur terselenggaranya kegiatan tersebut. Probumsil Darul Gemah bertugas sebagai pembawa acara (MC), penerima tamu (FO), pemandu tamu (LO), ajudan tamu VIP/VVIP, Co-MC,  dokumentasi, dan pembawa cinderamata.

3

Seminar Pendidikan ini ditutup oleh Direktur UPI Kampus Cibiru Dr. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd. yang dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah menyukseskan kegitan ini termasuk kepada Probumsil.

Semoga Probumsil UPI Satuan Cibiru Darul Gemah selalu meningkatkan kualitas dalam melaksanakan tugas sebagai pelaksana protokol universitas di UPI Kampus Cibiru, sesuai dengan visi Probumsil “Protokol Paripurna bermaruwah Agama, Budaya, Bangsa, dan Negara bersendi Tri Dharma Perguruan Tinggi”. (Asisten Deputi Penugasan Koordinator Media Probumsil Satuan Cibiru Darul Gemah)

ICSEN Digelar Jumat 2 Desember 2016

icsen

Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama dengan SEAMEO SEN dan CRICED akan menyelenggarakan International Conference of  Special Educational  Needs (ICSEN), Jumat, 2 Desember 2016 di Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Konferensi internasional ini akan menghadirkan pembicara diantaranya Prof. Kaki Zawa (Disability Sciences Specialist, Tsukuba University, Japan); Prof. Mirriam D. Skjorten (Inclusive Education Specialist, Oslo University); Assoc. Prof. Djadja Rahardja (Visual Impairment & Mobility Orientation Specialist, Universitas Pendidikan Indonesia); dan Assoc. Prof. Djuang Sunanto (Inclusive Education Specialist, Universitas Pendidikan Indonesia).

ICSEN ini dilatarbelakangi bahwa layanan untuk anak berkebutuhan khusus serta masyarakat inklusi merupakan isu internasional  yang membutuhkan strategi, kerjasama dan kolaborasi antar  disiplin  ilmu dalam merubah paradigma baik secara sosial, ekonomi  dan politik. Kerjasama dan kolaborasi ini harus dibangun antar 1) akademisi, sebagai pengembang kemampuan inteletual masyarakat; 2) pemerintah, sebagai pengambil kebijakan di masyarakat, serta 3) praktisi, sebagai pelaksana layanan kepada anak dengan berkebutuhan khusus di masyarakat.

Kerjasama dan kolaborasi diharapkan dapat mewujudkan misi memberikan pendidikan untuk semua anak, terlepas dari hambatan yang ada, serta mewujudkan masyarakat dunia yang penuh harmoni, penuh toleransi serta menghargai setiap perbedaan diantara umat manusia.

Untuk itu, perlu adanya forum internasional yang mengumpulkan para akademisi, pemerintah serta praktisi lintas ilmu antar negara untuk bertukar pikiran dan menemukan suatu formula layanan bagi anak berkebutuhan khusus yang dapat mendorong terwujudnya pendidikan untuk semua dan masyarakat yang inklusi. (Deny)